aku dan perempuan ini, perempuan itu
Perempuan ini berkisah tentang malam-malam sepi tanpa birahi.
meski kudukku meremang
Ingin ku kunyah daging selezat biri-biri muda ini,
“sudah kubilang, aku cuma pinjam lelakimu, dan akan kukembalikan saat ia harus meniupkan adzan di telinga bayimu”.
Perempuan ini, yang kulihat beberapakali nyelinap di mimpiku
Tersenyum dengan ragu
Tapi pipiku yang hangat merasakan pipinya yang pucat
” aku kesatria, aku pantang ingkari janji”
Tapi aku tak cerita tentang 27 tahi lalat lelakinya telah hilang di kelangkangku.
Dan tanganku memeluk rapat tubuhku
Kubiarkan tangis lelaki itu menjelma menjadi seekor lebah
Meninggalkan jejak sengatan di kerongkong kenangan
Sebelum tengah malam,
Perempuan itu datang mengadu, ” aku kehilangan suamiku”.

Leave a Reply