“Darkbeat of the heart”
Kebun ini sehening surga ditinggalkan Hawa
Selembar tubuh mawar terkulai sintal tanpa gairah
Kupu kupu terakhir sayapnya terluka
Jejaknya pada daun segelap duka bercinta
Kau remangkan kudukku
Menari telanjang dan syahdu
terasa perih nafasmu di ubunku
seperti apa rasanya manusia, rayumu
Kemana aku mencarimu dan menghisap setiap tetes luka
dirongga tubuhmu
tak beda rasa madu dan kelu
begitu sunyi rasa mencari
Mengapa mesti ada rahasia antara angin dan aku
Kita bercinta dengan riang nestapa
Tubuhku dan jantungnya segaduh raung lebah betina
Kupu kupu, kemana kau bawa debar terakhir kita?
~ by luluk nur hamidah on November 19, 2008.
Posted in poems
Tags: angin, beat, butterfly, cinta, dark, daun, debar, hawa, heart, kupu kupu, lonely, luka, mawar, sunyi

kok update terakhirnya november? dan itu font-nya kuecil-kecil loh..hehheee
beranda said this on December 10, 2008 at 11:38 pm
nih, udah aku update sekarang. masih percobaan dan amatiran. hehe.
aku tidak tahu bagaimana caranya menambah font ya?
any suggestion?
thanks udah mampir ya mang.kangeeen banget lho.
lama gak ketemu.
luluk nur hamidah said this on December 17, 2008 at 1:28 pm