I’m yours

beginilah aku hari ini
kaki melangkah semakin jauh menuju jantung politik
sedangkan hati bergerak menyebrang perbatasan
apakah politik masih menyediakan ruang untuk dialog tentang cinta?
apakah kasih sayang masih mungkin mengisi gelembung dalam darah para politisi?
apakah pengertian atas nama kemanusiaan masih menjadi argumen yang diperjuangkan dalam debat-debat tentang kekuasaan?
seberapa dalam aku akan menuai kesunyian bila pertengkaran, intrik dan konspirasi adalah nyanyian yang terus didendangkan
menurutmu, berapa lama aku akan bertahan dalam dunia yang warnanya hanya abu-abu….
oh para kekasih yang mulai gelisah bahwa aku akan kehilangan gairah dan tak ada waktu untuk merawat jiwa…
mereka kuatir bahwa aku akan membiarkan tanamanku layu satu demi satu, dan tak ada lagi kupu-kupu bernyanyi tentang sunshine, sundown.., karena waktuku akan dirampas oleh politik, dan tak tersisa lagi untuk bahkan bercinta dengan bulan dan semilir angin!

Duhai kekasih
tak usah bicara politik hari ini,
mari rayakan cinta dengan puasa
mari nikmati puasa dengan bercinta


5 Tanggapan to “I’m yours”

  1. Hmm…I think this poem reflected passion of feeling to someone (maybe Mrs. Luluk’s feeling, he..he..he..). Very nice…

  2. sayang..
    aku harap pilihanmu tepat yah.
    kita tau politik tak memberi apapun, kecuali mungkin,
    ia bisa mendewasakan kita, bahkan membuat kita tua sebelum saat tua benar-benar tiba.
    aku tak mau kau disakiti
    karena politik di negeri ini sedang sakit.
    aku mau kau baik-baik saja..
    aku sayang kau…
    setelah dua puluh tiga tahun persahabatan kita…
    aku sayang kau,
    dengan sayang yang sama ketika pertama kali kita bertemu dulu.
    jaga kesehatan, jaga juga awang…
    MMuah..

  3. Hai, pagi! Masih dengan aku temanmu di IAIN Sunan Ampel Malang. Aku Nur Wakhid (wawa) sekarang ngajar di SMP Negeri 6 Malang. Punya anak 2, semua laki-laki. Ganteng-ganteng.
    Komentarku:
    Teruskan saja langkahmu tuk meraih kebahagian hidup bagi manusia yang tak berdaya dan papa. Masih banyak manusia yang tak sebruntung kita, Luk. Asal masih punya cinta dan kasih, maka harta dan kepentingan sesaat bukanlah tujuan berpolitik. Betul khan! Saya dukung langkahmu…

  4. Hai, pagi! Masih ingat dengan aku temanmu di IAIN Sunan Ampel Malang. Aku Nur Wakhid (wawa) sekarang ngajar di SMP Negeri 6 Malang. Punya anak 2, semua laki-laki. Ganteng-ganteng.
    Komentarku:
    Teruskan saja langkahmu tuk meraih kebahagian hidup bagi manusia yang tak berdaya dan papa. Masih banyak manusia yang tak sebruntung kita, Luk. Asal masih punya cinta dan kasih, maka harta dan kepentingan sesaat bukanlah tujuan berpolitik. Betul khan! Saya dukung langkahmu…

    • hi wa..ya aku masih ingat.kita lama sekali tidak saling punya kabar ya.aku tidak pernah terima undangan meeting alumni.ceritalah tentang kabarmu dan aktifitasmu sekarang.
      thanks udah nengok rumahku,yang belum sempurna ini.hehe

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.